Coblos Kota

June 25th, 2010 § Leave a Comment

Sensus Penduduk Nasional 2010 akan mengungkapkan fenomena terprediksi. Indonesia mengikuti tren pemusatan penduduk di wilayah perkotaan seperti dunia yang telah melampauinya pada tahun 2007. Lebih dari 51% penduduk dunia tak bisa mengelak dari primacy perkotaan terhadap pedesaan.

Angka terakhir dari Biro Pusat Statistik mencantumkan cacah perkiraan 43 % sebagai jumlah penduduk perkotaan. Dan separuhnya dipastikan berada di Pulau Jawa dengan Jakarta sebagai sebuah kutub magnet.

Masih lekang dalam ingatan ketika Partai Komunis Indonesia melakukan sabotase Lapangan Medan Merdeka selama kurang dari satu hari pada 1 Oktober 1965. Salah satu kegagalan yang dianalisis oleh John Roosa dalam Dalih Pembunuhan Massal adalah tidak memanfaatkan medium siaran radio, alat hiburan utama warga kota Jakarta saat itu, untuk mempropagandakan kudeta secara jelas dan berulang. Wacana urbanisme di Indonesia dan dunia tampil makin kuat seiring dengan pergeseran dramatis pemusatan penduduk ke wilayah perkotaan. Rancangan kampanye politik memasukkan adaptasi dan permutasi gaya urban termutakhir demi mencapai kursi kekuasaan. Strategi komunikasi massa dan pemilihan daerah sasaran utama kampanye adalah beberapa turunannya.

Dari Senator Junior Ke Presiden Amerika Serikat

Dalam konteks Pilpres secara langsung, Amerika Serikat dapat dijadikan bahan pembanding menarik.

Sebuah wajah baru muncul pada tahun 2007 dan menyalip kampiun Hillary Clinton. Barack Obama sang senator junior mengumumkan pencalonannya di kota Springfield, Illlinois.

Pada Pemilu Presiden Amerika Serikat 2008, Obama unggul di negara bagian dengan kekuatan populasi urban terbesar. Texas memang tidak berhasil ditundukkan, namun Obama menyabet California, Florida, dan tentu saja keseluruhan konurbasi New York. Dengan menguasai tiga negara bagian tersebut ditambah dengan beberapa kantung Partai Demokrat, Obama berhasil  memperoleh lebih dari separuh electoral votes.

Ketika ruang urban (berikut manusianya) terkooptasi secara fisik oleh zona komersial dan industrial, ruang maya adalah domain interaksi paling relevan. Obama dikenal dengan teknik proliferasi menggunakan medium internet. Populasi melek teknologi di kawasan urban mampu menyerap  kampanye melalui situs jejaring sosial semacam Facebook dan MySpace.

Meskipun tercekal kasus plagiarisme, poster fenomenal “HOPE” andalannya dikoleksi oleh galeri seni terkemuka The Smithsonian Institute. Jauh dari kesan formal, desain poster “HOPE” adalah ikonik setara dengan stilasi Che Guevara. Desainer poster tersebut adalah Shepard Fairey, seorang seniman street art, langgam yang muncul akibat desakan kooptasi ruang urban. Pemilihan desain kental nuansa urbanisme memperkuat citra Obama sebagai pemimpin yang cakap budaya pop.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Urban category at a daily logical and emotional massage.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.