#pakaiandalam
July 6th, 2010 § Leave a Comment
#tararuwit – satu
July 6th, 2010 § Leave a Comment
Untuk sementara waktu ditampung dulu di sini.
Semoga memperkuat tali persaudaraan dan kesadaran lingkungan.
Ingat jauhilah narkoba, perbanyak donor darah!
.
.
Menjadi Ekspatriat
July 1st, 2010 § Leave a Comment
Hujan batu di negeri sendiri lebih baik daripada hujan emas di negeri tetangga. Segelintir kolega berhasil menjadi pendulang emas di manca negara.
Istri saya menghabiskan hampir 3 tahun di Malaysia menjadi desainer interior, kisah serupa yang dialami kawan-kawan pereka ruang lainnya. Donny, seorang arsitek yang pernah magang di negeri matahari terbit, saat ini sedang menyusur nasib di padatnya Mumbai, India. Kisah ciamik datang dari Daliana, kolega yang jadi bagian The Why Factory, institusi pemikir bentukan Winy Maas, principal dari MVRDV.
Tak hanya para radical chic yang berhasil mencium aroma tanah asing. Hong Kong adalah kota pengimpor tenaga kerja Indonesia terbesar yang menginspirasi film Minggu Pagi Di Victoria Park besutan Lola Amaria. Ketika transit di bandara Dubai, sekumpulan perempuan berjilbab mengantre sembari berceloteh dalam bahasa Jawa slang di selasar tunggu penerbangan tujuan pulang kampung.
Toy Story 3: Romantisme Film Animasi
June 30th, 2010 § Leave a Comment
Pixar tidak mau kalah dengan Dreamworks yang baru saja menelurkan Shrek Forever, sekuel ketiga dari si monster hijau. Pada musim liburan kali ini, kita ditemani oleh Toy Story 3 yang menawarkan romantisme dan evolusi grafis film animasi.
Tokohnya masih para mainan dengan hobi curi-curi bercakap-cakap di balik penglihatan tuannya. Mereka harus menghadapi realita manusia untuk tumbuh dewasa. Andy, sang tuan yang bersiap kuliah, tidak bisa lagi menempatkan perasaan sama pada mainannya seperti saat ia kecil. Di sini lah paradoks muncul, perasaan terbuang dari para mainan, yang sesungguhnya tidak pernah menua apalagi mengerut sedikitpun, mewarnai film berdurasi 103 menit ini. Kesan vintage makin kuat ketika sadar mendengar aktor-aktor gaek sang pengisi suara, Tom Hanks dan Tim Allen.
Oedipal Plot
Warna cerita Toy Story 1 & 2 adalah penambahan anggota keluarga mainan, Buzz Lightyear sang pejuang luar angkasa dan Jessie sang koboy perempuan. Mereka diplonco lewat plot jatuh bangun pengembaraan Woody beserta kamerad. Pada Toy Story 3, tidak ada sahabat mainan baru kecuali Lotso, sang beruang beraroma stroberi, yang juga tidak diberikan kesempatan lulus perpeloncoan untuk masuk keluarga mainan.
Pixar adalah eksponen Walt Disney. Kita tidak bisa mengharapkan komedi tragis dalam saga terakhir para mainan. Toy Story 3 pun tidak bisa luput dari alur khas Oedipus.
Bila Oedipus jatuh cinta pada ibunya, maka Woody memiliki afeksi terpendam pada Andy. Saking patuhnya Pixar pada akhir bahagia Walt Disney, jalinan cerita tentu berkisar di sekitar cinta dua dunia, mainan dan manusia.
Dalam klimaks yang tertunda, Toy Story 3 dapat mengembalikan kenangan generasi 2000, zaman awal kejayaan film animasi. Dan datanglah tepat waktu ketika menonton di bioskop. Karena kejutan film pendek pembukanya terlalu sayang untuk dilewatkan.
Coblos Kota
June 25th, 2010 § Leave a Comment
Sensus Penduduk Nasional 2010 akan mengungkapkan fenomena terprediksi. Indonesia mengikuti tren pemusatan penduduk di wilayah perkotaan seperti dunia yang telah melampauinya pada tahun 2007. Lebih dari 51% penduduk dunia tak bisa mengelak dari primacy perkotaan terhadap pedesaan.
Angka terakhir dari Biro Pusat Statistik mencantumkan cacah perkiraan 43 % sebagai jumlah penduduk perkotaan. Dan separuhnya dipastikan berada di Pulau Jawa dengan Jakarta sebagai sebuah kutub magnet.
Masih lekang dalam ingatan ketika Partai Komunis Indonesia melakukan sabotase Lapangan Medan Merdeka selama kurang dari satu hari pada 1 Oktober 1965. Salah satu kegagalan yang dianalisis oleh John Roosa dalam Dalih Pembunuhan Massal adalah tidak memanfaatkan medium siaran radio, alat hiburan utama warga kota Jakarta saat itu, untuk mempropagandakan kudeta secara jelas dan berulang. Wacana urbanisme di Indonesia dan dunia tampil makin kuat seiring dengan pergeseran dramatis pemusatan penduduk ke wilayah perkotaan. Rancangan kampanye politik memasukkan adaptasi dan permutasi gaya urban termutakhir demi mencapai kursi kekuasaan. Strategi komunikasi massa dan pemilihan daerah sasaran utama kampanye adalah beberapa turunannya.
Dari Senator Junior Ke Presiden Amerika Serikat
Dalam konteks Pilpres secara langsung, Amerika Serikat dapat dijadikan bahan pembanding menarik.
Sebuah wajah baru muncul pada tahun 2007 dan menyalip kampiun Hillary Clinton. Barack Obama sang senator junior mengumumkan pencalonannya di kota Springfield, Illlinois.
Pada Pemilu Presiden Amerika Serikat 2008, Obama unggul di negara bagian dengan kekuatan populasi urban terbesar. Texas memang tidak berhasil ditundukkan, namun Obama menyabet California, Florida, dan tentu saja keseluruhan konurbasi New York. Dengan menguasai tiga negara bagian tersebut ditambah dengan beberapa kantung Partai Demokrat, Obama berhasil memperoleh lebih dari separuh electoral votes.
Ketika ruang urban (berikut manusianya) terkooptasi secara fisik oleh zona komersial dan industrial, ruang maya adalah domain interaksi paling relevan. Obama dikenal dengan teknik proliferasi menggunakan medium internet. Populasi melek teknologi di kawasan urban mampu menyerap kampanye melalui situs jejaring sosial semacam Facebook dan MySpace.
Meskipun tercekal kasus plagiarisme, poster fenomenal “HOPE” andalannya dikoleksi oleh galeri seni terkemuka The Smithsonian Institute. Jauh dari kesan formal, desain poster “HOPE” adalah ikonik setara dengan stilasi Che Guevara. Desainer poster tersebut adalah Shepard Fairey, seorang seniman street art, langgam yang muncul akibat desakan kooptasi ruang urban. Pemilihan desain kental nuansa urbanisme memperkuat citra Obama sebagai pemimpin yang cakap budaya pop.

